Siapa yang belum tahu ngeban??? Salah satu tempat nongkrongnya anak-anak gaul di Yogyakarta. Sayup-sayup suara hembusan angin dan gemercik sungai kecil terdengar di keramaian tawa dan obrolan para pengunjung Ngeban. Dengan cahaya lilin di bangku-bangku dan obor di alam terbuka semakin membuat pengunjung semakin berada di alam bebasTepatnya di daerah Nologaten-Yogyakarta, tempatnya tak pernah sepi pengunjung. Meyesalkah?? Kalau belum pernah ke sana bakalan nyesel deh….
Kebanyakan anak muda yang menghabiskan malamnya untuk berkumpul dengan teman-temannya. Tidak jarang juga ada yang membawa gitat untuk bernyanyi-nyanyi, dan adapula yang membawa kartu untuk sekedar bermain-main. Semua kalangan menjadi satu, baik yang berkendaraan motor ataupun mobil. Last order tutup pada jam 12 malam, namun tempat tongkrongan itu sendiri tutup pada jam 01.00 dinihari, sedikit berbeda jika waktu-waktu ramai misalnya malam minggu.
Tidak sedikit anak-anak komunikasi-UPN nongkrong di ngeban, dan tidak jarang juga beberapa mahasiswa mengadakan acara di ngeban. Selain tempatnya yang luas dan menyatu dengan alam, Ngeban juga sudah terkenal sehingga banyak yang tahu daerah itu. Menu makanan atau minuman sebagai pendamping teman obrolan juga bervariasi, ada juga camilan seperti gorengan. Selain itu, di Ngeban juga menyediakan Sisha, seperti rokok namun mempunyai rasa buah-buahan dan beraroma buah. Harga yang dipatok pun tidak terlalu mahal, tidak sampai menguras kantong mahasiswa, relative untuk ukuran mahasiswa. “ Soalnya tempatnya enak sih, luas juga, kalu mau bikin keramaian jadi nggak usah sungkan-sungkan”, papar Julian salah satu mahasiswa yang sering meghabiskan waktu luangnya untuk berkumpul di Ngeban dengan teman-temannya setiap hari Jum’at malam.
Bagi anda yang sering menghabiskan waktu luang malam untuk berkumpul dengan teman-teman, perlu mencoba tempat yang satu ini.
Nama :Winda Adividya
NIM : 153080168
Kelas : G
Selasa, 13 April 2010
BEM SI Deklarasikan Tugu Yogyakarta
Setelah melakukan Rakernas BEM SI 2010, puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan aksi unjuk rasa untuk membacakan Deklarasi Tugu Yogyakarta sebagai hasil dari Rakernas BEM 2010, Senin (12/4)
Dalam unjuk rasa yang digelar di Tugu Yogyakarta ini, BEM SI menuntut pemerintah untuk mendesak KPK untuk segera menuntaskan skandal Bank Century, menyatakan dukungannya kepada putusan MK dalam membatalkan UU BHP, menuntut adanya negoisasi ulang Indonesia dengan ACFTA dan menuntaskan reformasi birokrasi dalam segala sektor birokrasi pemerintah.
“Masih banyak permasalahan pelik yang belum bisa diselesaikan oleh pemerintah pasca reformasi. Mahasiswa seharusnya menjadi pengawal dan menciptakan perbaikan untuk Indonesia. Ini semua tertuang dalam deklarasi Tugu Yogyakarta”, kata Koordinator Aksi, Fiqi Ahmad dalam orasinya. BEM SI tetap berkomitmen untuk tetap mengawal pemerintahan saat ini, jelasnya.
Nama : Dimaz Arta Prasetya
NIM : 153080175
Kelas : G
(soft news)
Dalam unjuk rasa yang digelar di Tugu Yogyakarta ini, BEM SI menuntut pemerintah untuk mendesak KPK untuk segera menuntaskan skandal Bank Century, menyatakan dukungannya kepada putusan MK dalam membatalkan UU BHP, menuntut adanya negoisasi ulang Indonesia dengan ACFTA dan menuntaskan reformasi birokrasi dalam segala sektor birokrasi pemerintah.
“Masih banyak permasalahan pelik yang belum bisa diselesaikan oleh pemerintah pasca reformasi. Mahasiswa seharusnya menjadi pengawal dan menciptakan perbaikan untuk Indonesia. Ini semua tertuang dalam deklarasi Tugu Yogyakarta”, kata Koordinator Aksi, Fiqi Ahmad dalam orasinya. BEM SI tetap berkomitmen untuk tetap mengawal pemerintahan saat ini, jelasnya.
Nama : Dimaz Arta Prasetya
NIM : 153080175
Kelas : G
(soft news)
DPRD DIY Gelar Public Hearing LPKJ 2009
Walaupun asumsi dasar APBD DIY 2009 tidak tercapai, pendapatan anggaran Propinsi DIY naik 12%.
Demikian di ungkap oleh Dr. Sriyati Ningsih selaku pakar ekonomi dari Universitas Gajah Mada dalam acara Public Hearing di ruang sidang paripurna DPRD Pripinsi DIY yang membahas tentang laporan keterangan pertanggung jawaban (LPKJ) Gubernur DIY tahun 2009, Senin (12/4). Sriyati menambahkan hal-hal yang perlu diperhatikan adalah pertumbuhan ekonomi yang kurang dari 4,5% di Yogyakarta. Asumsi dasar APBD menargetkan pertumbuhan ekonomi 4,5%.
Sementara di sektor kemiskinan angka kemungkinan di kota memiliki angka berbeda. Di kota, angka kemiskinan mencapai 17,23% sedangkan di pedesaan 24,32%. Angka kemiskinan nasional sendiri berjumlah 14%. Awalnya angka yang di targetkan di daerah sebesar 16,86%. Ini menjadi tanda tanya besar, padahal manusianya memiliki SDM yang bagus dan lebih tinggi dari tingkat SDM nasional, namun karena pengangguran yang banyaklah yang menyebabkan angka kemiskinan menjadi tinggi.
Public Hearing ini di gelar untuk meminta tanggapan dari masyarakat mengenai kinerja PemProp DIY tahun2009 yang di hadiri masyarakat, media, Anggota DPR, pansus, dan Ketua DPRD Propinsi Banten yang sedang melakukan kunjungan ke DPRD DIY.
Nama : Dimaz Arta Prasetya
NIM : 153080175
Kelas : G
(Hard news)
Demikian di ungkap oleh Dr. Sriyati Ningsih selaku pakar ekonomi dari Universitas Gajah Mada dalam acara Public Hearing di ruang sidang paripurna DPRD Pripinsi DIY yang membahas tentang laporan keterangan pertanggung jawaban (LPKJ) Gubernur DIY tahun 2009, Senin (12/4). Sriyati menambahkan hal-hal yang perlu diperhatikan adalah pertumbuhan ekonomi yang kurang dari 4,5% di Yogyakarta. Asumsi dasar APBD menargetkan pertumbuhan ekonomi 4,5%.
Sementara di sektor kemiskinan angka kemungkinan di kota memiliki angka berbeda. Di kota, angka kemiskinan mencapai 17,23% sedangkan di pedesaan 24,32%. Angka kemiskinan nasional sendiri berjumlah 14%. Awalnya angka yang di targetkan di daerah sebesar 16,86%. Ini menjadi tanda tanya besar, padahal manusianya memiliki SDM yang bagus dan lebih tinggi dari tingkat SDM nasional, namun karena pengangguran yang banyaklah yang menyebabkan angka kemiskinan menjadi tinggi.
Public Hearing ini di gelar untuk meminta tanggapan dari masyarakat mengenai kinerja PemProp DIY tahun2009 yang di hadiri masyarakat, media, Anggota DPR, pansus, dan Ketua DPRD Propinsi Banten yang sedang melakukan kunjungan ke DPRD DIY.
Nama : Dimaz Arta Prasetya
NIM : 153080175
Kelas : G
(Hard news)
Label:
dimaz arta prasetya,
hard news,
redaksi paijo
Kuliah umum komunikasi UPN dipadati mahasiswa
SLEMAN - Agung Prabowo, Ketua Jurusan ilmu komunikasi UPN “veteran” Yogyakarta, menjelaskan bahwa kuliah umum ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa baru untuk tentang dunia penyiaran ditengah industri televisi yang semakin kompetitif.
Ishadi SK selaku Komisaris Trans corp. yang menjadi narasumber dikuliah umum yang bertema Industri dan Bisnis Televisi Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa persaingan dunia broadcasting televisi Indonesia saat ini semakin sulit. Lulusan komunikasi harus mempunyai skill yang membedakannya dengan lulusan lain, agar bisa bersaing dengan lulusan lain, paparnya.
Kuliah umum ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari UPN “Veteran” Yogyakarta. Alif, salah satu peserta kuliah umum ini, mengaku bahwa kegiatan ini menambah wawasannya di dunia broadcast yang memang kedepannya ingin mengambil konsentrasi Broadcasting. (Taufan Jati Pamungkas/PAIJO)
Nama : Taufan Jati Pamungkas
NIM : 153080193
Kelas : G
(Soft News)
Ishadi SK selaku Komisaris Trans corp. yang menjadi narasumber dikuliah umum yang bertema Industri dan Bisnis Televisi Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa persaingan dunia broadcasting televisi Indonesia saat ini semakin sulit. Lulusan komunikasi harus mempunyai skill yang membedakannya dengan lulusan lain, agar bisa bersaing dengan lulusan lain, paparnya.
Kuliah umum ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari UPN “Veteran” Yogyakarta. Alif, salah satu peserta kuliah umum ini, mengaku bahwa kegiatan ini menambah wawasannya di dunia broadcast yang memang kedepannya ingin mengambil konsentrasi Broadcasting. (Taufan Jati Pamungkas/PAIJO)
Nama : Taufan Jati Pamungkas
NIM : 153080193
Kelas : G
(Soft News)
BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem
YOGYAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY. Memberikan himbauan kepada masyarakat agar waspada terhadap cuaca ekstrim yang melanda yogyakarta, hal ini terkait dengan perubahan cuaca yang tidak menentu.
Demikian diungkap kepala seksi data dan informasi (BMKG) Tony A. Wijaya, S.Si. dalam wawancara dengan PAIJO, Senin (12/4), yang mengatakan akhir-akhir ini kondisi cuaca di Indonesia khususnya Jogja cenderung berubah-ubah atau dinamis karena dinamika cuaca yang tidak stabil. Ini dikarenakan faktor-faktor kondisi lingkungan yang berubah dan aktifitas manusia yang mempengaruhi lingkungan, terangnya.
Memasuki masa pancaroba atau masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau dan sebaliknya musim kemarau kehujan seperti saat ini, masyarakat harus mengantisipasi dari sekarang. Menurut Tony, kondisi ini ditandai dengan cenderung panasnya cuaca dipagi hari dan sore harinya terbentuk awan colubus lingus, yang menyebabkan petir dan hujan deras.
BMKG sendiri menyarankan masyarakat yang bekerja di sektor pertanian dan kelautan diminta lebih waspada, karena di sektor pertanian sendiri kemarau tahun ini akan lebih panjang dari kemarau sebelumnya. Sedangkan di sektor kelautan, angin kencang patut diwaspadai oleh nelayan karena ombak bisa mencapai 3-6 meter diwilayah pantai selatan. (Taufan Jati Pamungkas/PAIJO)
Nama : Taufan Jati Pamungkas
NIM : 153080193
Kelas : G
(Hard News)
Demikian diungkap kepala seksi data dan informasi (BMKG) Tony A. Wijaya, S.Si. dalam wawancara dengan PAIJO, Senin (12/4), yang mengatakan akhir-akhir ini kondisi cuaca di Indonesia khususnya Jogja cenderung berubah-ubah atau dinamis karena dinamika cuaca yang tidak stabil. Ini dikarenakan faktor-faktor kondisi lingkungan yang berubah dan aktifitas manusia yang mempengaruhi lingkungan, terangnya.
Memasuki masa pancaroba atau masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau dan sebaliknya musim kemarau kehujan seperti saat ini, masyarakat harus mengantisipasi dari sekarang. Menurut Tony, kondisi ini ditandai dengan cenderung panasnya cuaca dipagi hari dan sore harinya terbentuk awan colubus lingus, yang menyebabkan petir dan hujan deras.
BMKG sendiri menyarankan masyarakat yang bekerja di sektor pertanian dan kelautan diminta lebih waspada, karena di sektor pertanian sendiri kemarau tahun ini akan lebih panjang dari kemarau sebelumnya. Sedangkan di sektor kelautan, angin kencang patut diwaspadai oleh nelayan karena ombak bisa mencapai 3-6 meter diwilayah pantai selatan. (Taufan Jati Pamungkas/PAIJO)
Nama : Taufan Jati Pamungkas
NIM : 153080193
Kelas : G
(Hard News)
Mengenalkan Kereta Api pada Anak di Lempuyangan.
YOGYAKARTA - Bagi masyarakat Yogyakarta, setiap sudut kota memang mempunyai daya tarik tersendiri. Teteg sepur Lempuyangan misalnya. Sebenarnya tidak ada yang istimewa di teteg sepur ini. Seperti biasa, tetek Lempuyangan ini akan tertutup jika ada kereta api yang lewat dan terbuka setelah kereta melewati rel tersebut.
Namun cobalah untuk datang saat sore hari. Terutama bagi masyarakat Yogyakarta yang mempunyai anak-anak. Tetek sepur Lempuyangan ini cukup rame dan dipenuhi orang tua yang sedang bermain dengan anak-anaknya setiap sore. Ternyata teteg sepur Lempuyangan ini telah menjadi wisata lokal untuk mengenalkan kereta api kepada anak-anak oleh orang tuanya.
Prawiro misalnya, jauh-jauh dari Pogung Sleman Yogyakarta hanya ingin mengantarkan anaknya yang berumur dua tahun agar dapat mengenal secara langsung kereta api. "Disini anak saya dapat melihat langsung kereta api," katanya.
Bagi Prawiro sore hari bisa bermain di teteg sepur Lempuyangan sangat menyenangkan. "Selain dapat mengenalkan secara langsung kereta api, ia dapat sekaligus mengisi waktu sore hari bersama keluarga," tambahnya.
Hampir tiga tahun ini teteg sepur Lempuyangan ramai dikunjungi setiap sorenya. Pengunjung tidak hanya berasal dari daerah sekitar saja, tetapi dari Taman Siswa maupun Sleman. Selain menikmati kereta api yang sedang lewat untuk anak-anak, teteg sepur ini tambah ramai karena beragam permainan anak-anak juga ada, antara lain odong-odong. Selain itu, berbagai makanan ringan juga dijajakan di sini, seperti sate madura, jagung bakar dan minuman ronde.
Teteg sepur ini memang kini menjadi tempat wisata yang menarik. Banyaknya masyarakat yang mengajak anaknya untuk bermain dan mengenalkan kereta api, menjadikan tempat ini menjadi kawasan wisata yang edukatif. Tetapi hendaknya orang tua tidak lengah saat bermain-main di teteg sepur ini. Karena setiap akan melintas kereta api walaupun sudah ada tanda peringatannya. (Aditya Anggara/PAIJO)
Nama : Aditya Anggara
NIM : 153080164
Kelas : G
(soft news)
Namun cobalah untuk datang saat sore hari. Terutama bagi masyarakat Yogyakarta yang mempunyai anak-anak. Tetek sepur Lempuyangan ini cukup rame dan dipenuhi orang tua yang sedang bermain dengan anak-anaknya setiap sore. Ternyata teteg sepur Lempuyangan ini telah menjadi wisata lokal untuk mengenalkan kereta api kepada anak-anak oleh orang tuanya.
Prawiro misalnya, jauh-jauh dari Pogung Sleman Yogyakarta hanya ingin mengantarkan anaknya yang berumur dua tahun agar dapat mengenal secara langsung kereta api. "Disini anak saya dapat melihat langsung kereta api," katanya.
Bagi Prawiro sore hari bisa bermain di teteg sepur Lempuyangan sangat menyenangkan. "Selain dapat mengenalkan secara langsung kereta api, ia dapat sekaligus mengisi waktu sore hari bersama keluarga," tambahnya.
Hampir tiga tahun ini teteg sepur Lempuyangan ramai dikunjungi setiap sorenya. Pengunjung tidak hanya berasal dari daerah sekitar saja, tetapi dari Taman Siswa maupun Sleman. Selain menikmati kereta api yang sedang lewat untuk anak-anak, teteg sepur ini tambah ramai karena beragam permainan anak-anak juga ada, antara lain odong-odong. Selain itu, berbagai makanan ringan juga dijajakan di sini, seperti sate madura, jagung bakar dan minuman ronde.
Teteg sepur ini memang kini menjadi tempat wisata yang menarik. Banyaknya masyarakat yang mengajak anaknya untuk bermain dan mengenalkan kereta api, menjadikan tempat ini menjadi kawasan wisata yang edukatif. Tetapi hendaknya orang tua tidak lengah saat bermain-main di teteg sepur ini. Karena setiap akan melintas kereta api walaupun sudah ada tanda peringatannya. (Aditya Anggara/PAIJO)
Nama : Aditya Anggara
NIM : 153080164
Kelas : G
(soft news)
Cuaca Ekstrem Landa Sebagian Yogyakarta
SLEMAN - Akhir-akhir ini cuaca ekstrem mulai melanda wilayah Yogyakarta. Intensitas hujan dibawah batas normal. Jika kondisi cuaca berlanjut seperti ini maka masyarakat diminta waspada.
Menurut keterangan kepala seksi data dan informasi BMKG (Badan meteorology Klimatologi dan Geofisika) Tony A. Wijaya, S SI., curah hujan di wilayah Yogyakarta menurun dan berada dibawah batas normal. Yogyakarta sendiri dibagi menjadi tiga zona, yaitu zona utara terdiri dari Sleman, Kulonprogo, Kota, dan zona timur terdiri Gunung Kidul dan yang terakhir zona selatan yakni Bantul. Beberapa wilayah dari zona tersebut mengalami curah hujan menurun, jelasnya.
Tahun ini ketika memasuki musim pancaroba curah hujan menurun dibawah rata-rata. Pancaroba merupakan masa transisi dari musim kemarau ke musim penghujan dan juga sebaliknya dari musim penghujan ke musim kemarau. Pancaroba ditandai dengan panas terik di pagi hari sampai siang hari dan berawan yang terkadang mendung disore hari. Hal tersebut juga dipengaruhi dengan global warming yang melanda bumi. Banyak faktor mempengaruhi terjadinya global warming, dengan berkurangnya ruang hijau dibumi dan banyaknya pabrik industri menjadi global warming terjadi.
Warga diminta untuk mempersiapkan ketika memasuki musim kemarau. Musim kemarau biasanya datang dibulan Mei sampai dengan September. Didalam musim kemarau curah hujan menurun. Masyarakat bisa melakukan beberapa persiapan seperti embung, dan untuk pertanian disarankan untuk membuat tadah hujan, sarannya. (Aditya Anggara/PAIJO)
Nama : Aditya Anggara
NIM : 153080164
Kelas : G
(hard news)
Menurut keterangan kepala seksi data dan informasi BMKG (Badan meteorology Klimatologi dan Geofisika) Tony A. Wijaya, S SI., curah hujan di wilayah Yogyakarta menurun dan berada dibawah batas normal. Yogyakarta sendiri dibagi menjadi tiga zona, yaitu zona utara terdiri dari Sleman, Kulonprogo, Kota, dan zona timur terdiri Gunung Kidul dan yang terakhir zona selatan yakni Bantul. Beberapa wilayah dari zona tersebut mengalami curah hujan menurun, jelasnya.
Tahun ini ketika memasuki musim pancaroba curah hujan menurun dibawah rata-rata. Pancaroba merupakan masa transisi dari musim kemarau ke musim penghujan dan juga sebaliknya dari musim penghujan ke musim kemarau. Pancaroba ditandai dengan panas terik di pagi hari sampai siang hari dan berawan yang terkadang mendung disore hari. Hal tersebut juga dipengaruhi dengan global warming yang melanda bumi. Banyak faktor mempengaruhi terjadinya global warming, dengan berkurangnya ruang hijau dibumi dan banyaknya pabrik industri menjadi global warming terjadi.
Warga diminta untuk mempersiapkan ketika memasuki musim kemarau. Musim kemarau biasanya datang dibulan Mei sampai dengan September. Didalam musim kemarau curah hujan menurun. Masyarakat bisa melakukan beberapa persiapan seperti embung, dan untuk pertanian disarankan untuk membuat tadah hujan, sarannya. (Aditya Anggara/PAIJO)
Nama : Aditya Anggara
NIM : 153080164
Kelas : G
(hard news)
Langganan:
Postingan (Atom)






